novel

Ismi Mar"athus
0 view / 1709 show
3 years ago
History

 

 

SANG PELANGI YANG HILANG

 

BAB 1

 

Selain keluarga, sahabat menjadi prioritas utama bagi mahasiswi yang berkuliah di sebuah universitas terkenal di Jakarta, mahasiswi itu bernama Hana.Kehidupan Hana berbeda dengan kehidupan mahasiswi yang lain.Kehidupan Hana penuh dengan Perjuangan dan pengorbanan apalagi kini dia telah kehilangan sosok seorang ayah yang bisa menafkahinya dan ibunya.Sepulang ayahnya ke pangkuan sang ilahi,dia ikut membantu menanggug beban ibunya, dia mencoba membuat berbagai karya tulis lalu dia kirimkan ke beberapa penerbit siapa tahu karya tulisnya di muat.Dari hasil karya tulis itu,dia bisa sedikit membantu membiayai kuliahnya sendiri.Walaupun ibunya mempunyai restoran yang cukup ramai.

 

Di samping itu, dia bersyukur masih ada  seorang laki-laki yang bisa menjaga dan melindungi, yang tak lain adalah sahabatnya yaitu Raka.Hana dan Raka bersahabat sudah lama sejak mereka duduk di bangku SMK.Di balik persahabatan itu,Hana menyimpan perasaan yang lebih dari sekedar sahabat diam-diam di menyukai Raka.Hana bingung apa yang harus dia perbuat kalau dia jujur,, pasti Raka tidak percaya malah dia akan mentertawakannya tapi kalau tidak aku takut kehilangan dia.Biarkanlah waktu yang menjawabnya.

 

“Hei Hana, kenapa kamu bengong kayak gitu awas nanti kesambet syetan “

 

“Hah enggak…enggak… aku gak apa-apa,ikh sembarangan kamu yah, kesambet-kesambet kamu tuh yang kesambet ”aku kaget dengan kedatangan Raka yang tiba-tiba dan menepuk pundaknya .

 

“Kalo gak apa-apa kenapa bengong lagi mikirin akau yah..hayo ngaku “untuk mencairkan suasan a,Raka mengajak Hana bercanda.

 

“Ikh GR banget, siapa lagi yang mikirin kamu ka “Hana tidak mengakui kebenaran yang di ucapkan oleh Raka,padahal sebenarnya Hana sedang memikirkan Raka, Hana membayangkan jika suatu saat Raka menembaknya lalu mengajaknya kencan alangkah bahagianya hati Hana.

 

“Ah ngarep banget sih aku “ bisik Hana dalam hati.

 

“Ekh iya aku ada tugas nih “seru Raka

 

“Terus ?”

 

“Terus kamu harus bantuin aku ngerjain tugas itu,soalnya aku gak ngerti mau kan bantui aku please….”Raka memohon-mohon pada Hana,agar bisa membantu mengerjakan tugasnya

 

“Ayo donk, Hanaku mau yah bantuin aku “Raka terus membujuk Hana.

 

“Ya udah, OK kapan ngerjainnya?”Tanya Hana dengan suara lantang

 

“Siang ini jug abos “jawab Raka sambil memberi hormat

 

“Emang itu tugas buat kapan sih? “

 

“Buat besok, bos”lagi lagi Raka memberi hormat pada Hana

 

“Kebiasaan deh kalo ada tugas selalu di dadak “ lanjut Hana sambil menurunkan tangan Raka di atas keningnya, Raka hanya tersenyum lebar menanggapi perkataan Hana yang ternyata benar adanya.Percakapan terhenti saat seorang dosen masuk.

 

Jam kuliah berakhir, inilah saat yang di tunggu-tunggu Raka dengan langkah  seribu Raka menyusuri perpustakaan.Bunyi keroncongan di perut pun Raka hiraukan,padahal seusai jam kuliah berakhir tak ada  lagi tempat yang Raka datangi kecuali kantin.

 

Dudu di deretan bangku terakhir perpustakaan.Wanita itu sedang asyik membaca buku,di sampingnya terdapat bungkusan makanan ringan, mulut mungilnya sibuk mengunyah isi makanan ringan tersebut.

 

“Hana ………”ucap Raka dengan nafas terengah-engah

 

“Raka lama banget sih, dari tadi aku nungguin kamu tahu “

 

Ada sedikit kekesalan dalam hati Hana, karena kedatangan Raka yang membuatnya menunggu.

 

“maaf..maaf tadi dosennya lama banget keluarnya, jangan marahlah itu kan bukan salah aku “

 

“”iya..iya mana tugasnya?”

 

Raka segera mengambilsebuah buku dari dalam tas lalu menyerahkannya pada Hana”

 

“Owh ini tugasnya “jepalaHana mengangguk angguk mengerti.

 

Diskusi antara Hana dan Rakapun berlangsung, Hana mengajarkan bagaimana cara mengerjakan tugasnya.Setelah dipelajari dengan seksama,akhirnya Raka mengerti.Ternyata tugasnya tidak sesuli yang Raka bayangkan, dia baru faham bahwa tugas yang di anggap susah itu akan menjadi mudah jika dipelajari.

 

“Ngerti kan Raka”Hana menyakinkan Raka.

 

“Alhamdulillah ngerti makasih yah Hana “wajah bahagia terpancar di raut muka Raka tak hanya itu Raka juga mencubit kedua pipi Hana yang kemerah merahan.

 

“Aduh lapar nih kita ke kantin yuk, cari makan “beberapa detik kemudian raut muka Raka tiba-tiba berubah menjadi memelas

 

“Nih aku da snack “

 

“Nggak ah kalau snack aku gak kenyang, Han”

 

“Akh kamu, ya udah ayo “seru Hana sambil membereskan barang-barangnya

 

“Nah, udah makan kita langsung cou, aku anteri pulang deh “

 

Hana dan Raka berjalan menuju Kantian yang berada cukup jauh dari perpustakaan.Mereka harus melewati beberapa ruangan agar bisa sampai di tempat tujuan.Sesampainya di kantin, Hana dan Raka langsung melahap makanan yang telah di pesan sebelumnya.

 

Rasa lelah mendera tubuh Hana, kelelahan itu menggiring Hana membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur.Teriakan bu Hana di luar kamar tak di dengar lagi karena ternyata Hana sudah terjaga dalam mimpi.

 

“Hana ayo makan,mumpung masih hangat tuh . Hana…Hana….”Teriakan dan ketukan pintu sudah beberapa kali bu Hana lakukan.Tapi tetap saja tidak ada jawaban dari Hana.

 

“kok gak di jawab jawab,lagi apa sih tuh anak , mungkin dia lagi tidur kali yah “ karena lama menunggu menunggu jawaban Hana,ibu Hana pun berlalu.Ibu Hana melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda dikarenakan dia harus mempersiapkanmakan siang Hana.Ada rasa kecewa dalam hati Bu Hana.

 

Selesai mandi dan mempercantik dir,Hana membuka laptop yang berada diatas meja belajar lalu dia membuka sebuah file diman file itu terdapat beberapa karangan yang sedang Hana buat dan belum sempat diselesaikan.

 

Kata-kata puitis yang memenuhi lembar dokumen kerja,menjadi makanan sehari-hari bagi Hana.Kehobiannya akan tulis menulis bukan hanya menjadi sumbser finansial untuk Hana tetap dengan hobinya itu Hana bisa mencurahkan semua persaan yang Hana rasakan setiap harinya.Karangan itu menjadi sebuah bayangan kehidupan Hana.

 

“Manusia dan cinta tidak bisa di pisahkan seperti halnya wanita dan pria.Keduanya saling berkaitan, saling membutuhkan dan saling melengkapi.Manusia sejatinya membutuhkan cinta dan cinta sejati tumbuh dari hati manusia.seorang wanita pasti membutuhkan seorang pria begitu juga sebaliknya, sampai kapan pun semua itu tidak akan berubah.Manusia terlahir karena cinta,cinta dapat mengubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin,sesuatu yang sulit menjadi mudah, dengan cinta juga manusia menjadi tidak sadar diri,egois dan bisa melakukan apa saja sesuka hati.”

 

Itulah sebagian karangan yang bisa Hana tambahkan hari ini.Tugas yang  menumpuk telah menunggu Hana, dengan berat hati Haha harus menunda karangannya.Sampai malam datang Hana masih duduk menghadap computer , di temani dentang jam yang tak henti.

 

“Hana coba kedepan, presentasikan hasil analisis kamu “perintah dosen

 

“Baik pak”

 

Hana menarik nafas yang panjang sambil membaca basmalah, dia mencoba menenangkan diri,saat itu kegelisahan hatinya hilang dan percaya dirinya kemabali.Presentasi Hana pun dimulai .Dia menjelaskan dengan detail analisis mengenai terapi air bagi kesehatan .

 

 

 

Akhirnya presentasi yang tidak begitu panjang namun singkat dan jelas telah Hana lakukan dengan baik dan lancer.Dosennya mersa puas presentasi Hana kali ini.

 

Jam istirahat pun tiba, inilah saatnya Hana menambah ilmu selain ilmu yang diberikan oleh dosen .Hana selalu menyempatkan diriuntuk dating ke perpustakaan.Dalamhidup Hana tidak ada alasan untuk tidak membaca, sesibuk apapun dan bagaimanapun keadaan Hana, Hana wajib membuka lembaran buku lalu dibacanya  walaupun itu hanya satu halaman saja.

 

Saat Hana berada di perpustakaan terasa ada yang berbeda, rasanya ada sesuatu yang kurang.Owh iya sesuatu yang kurang iu adalah tidak adanya Raka disamping Hana.padahal biasanya setiap kali Hana berada di perpustakaan, dia selalu ditemani Raka, tapi hari ini Raka entah kemana , dan dimana sekarang dia berada  Hana tidak tahu .

 

Selama Hana membaca, terbayang baying wajah Raka, walau bagaimanapun Raka adalah orang yang Hana cintai, meskipun Raka menganggap Hana hanya sebagai sahabat.Dengan rasa cemas, Han mengambil ponsel dari saku bajunya lalu menghubungi  Raka  tapi apa yang terjadi tidak ada jawaban dari Raka sama sekali.Hana terus mencoba, hingga lima kali namun tetap Saja tidak ada jawaban dari Raka.Karena jam kuliah telah dimulai kembali, terpaksa Hana harus menghubungi Raka nanti, sepulang kuliah.

 

Jalanan menuju rumah Raka , Hana lalui dengan suasana hati tak tenang.Namun begitu Hana harus tetap tenang, karena jika tidak sesuatu yang buruk bisa saja terjadi.Sesampainya disana, Hana mendapat kabar yang sedikit mengecewakan hati.Ternyata Raka tidak ada di rumah tetapi sekarang Raka sedang berada di Bandung. Raka berangkat pagi tadi, dan pembantunya tidak tahu kapan Raka akan kembali. Yang membuat Hana kecewa adalah tidak adanya kabar langsung dari mulut Raka, kenapa Hana  harus menerima kabar tersebut dari mulut orang lain.Tapi setidaknya sekarang Hana merasa tenang karena telah mengetahui alasan Raka tidak masuk ku,iah hari ini.

 

Hana bingung , apa yang harus dia lakukan . Apa Hana harus menyusul Raka ke Bandung atau tidak. Sudah hamper 10 kali Hana menelfon tapi belum juga ada respon, sms pun belumda yang dibalas. Dengan langkah berat  Hana memberanikan diri menghadap ibunya untuk meminta izin. Di dalam hati, feeling Hana sudah tidak enak. Namun tidak ada salahnya jika mencoba dulu.

 

“Tidak, ibu tidak mengizinkan kamu pergi, apalagi sendiri ibu takut terjadi apa-apa sama kamu sayang “ Ternyata benar feeling Hana, ibunya tidak mengizinkan  pergi.

 

“Bu Hana mohon izinin aku pergi, Hana kan udah besar, udah bisa jaga diri sendiri lagipula Cuma sebentar kok, yah ibu yah…”Meskipun tidak diberi izin, Hana terus memaksa tapi sepertinya keputusan Ibu Hana tidak bisa dirubah.

 

“Udahlah saying ngapain sih kamu peduliin anakitu, dia kan bukan siapa-siapa kamu, atau jangan jangan kamu suka sama dia yah ? “pembicaraan mermbet kemana-mana

 

“ngg…ngg…nggak kok  bu, ikh ibu kok bisa bicara kayak gitu” Mendengar pertanyaan ibunya tadi.Hana menjadi salah tingkah dibuatnya. Posisi duduk Hana terlihat tidak nyaman lagi dengan bersamaan wajah Hana juga menjadi merah.

 

“yah kalau nggak ngapain kamu bela belain nyusul dia sampe ke Bandung , kalo gak suka ya udah kamu cuek aja”

 

“Tapi bu…..”Karena terlalu cemas pada Raka, Hana tidak memperdulikan sikap dan reaksi Ibu Hana saat mendengar cerita tentang Raka.

 

“Gak ada tapi tapian, pokoknya ibu gak ngizinin titik. Udah meningan sekarang kamu belajar “

 

Rasa kecewa dan marah tidak bisa Hana sembunyikan.

 

BAB II

 

Tidak terasa kini Hana telah berusia 22 tahun, tiba saatnya Hana mengetahui tentang perjodohannya. Sebenarnya perjodohan tersebut sudah lama ibu Hana rencanakan, sekitar 6 tahun yang lalu. Perjodohan ini di mulai ketika Ibu Hana bertemu kembali dengan sahabatnya yaitu ayah dari laki-laki yang di jodohkan dengan Hana.Hana dan Rama belum pernah bertemu, keduanya belum saling mengenal satu sama lain.

 

Ibu Hana dan   Ayah Rama sudah lama bersahabat sejak berada di bangku Sekolah Dasar.Keduanya terpisah saat mereka lulus Sekolah Menengah Atas.Ibu Hana dan Ayah Rama  melanjutkan pendidikannya ke Universitas yang berbeda . Nah sejak itulah Ibu Hana dan Ayah Rama jarang bertemu karena keduanya sibuk dengan urusan masing-masing.

 

Tapi kalau jodoh memang tak kemana mereka bertemu kembali saat Ayah Rama berkunjung ke restoran milik Bu Hana.

 

“Sayang ada yang ingin ibu bicarakan sama kamu “ syukurlah ada kesempatan untuk Bu Hana ceritakan tentang perjodohannya.

 

“Bicara apa bu ? “ jawab Hana dengan nada halus

 

“Gini sekarang kamu kan udah gede, udah sepantasnya kamu menikah. Setahu ibu kamu belum dapet laki-laki yang pas jadi calon suamimu. Nah ibu punya sahabat, sahabat ibu itu punya anak laki-laki umurnya sih gak beda jauh dari kamu “Penjelasan sang Ibu yang panjang lebar membuat Hana bingung dan memutar otak untuk menyimpulkan kemana arah pembicaraan sang ibu.

 

“Maksud ibu, Hana di jodohin nih “

 

“yah…begitulah kalau kamu mau nanti ibu undang dia untuk datang kesini “ Belum juga Hana menyetujui perjodohan ini tapi Ibu Hana sudah berantusias seakan akan Hana menyetujuinya.

 

“Tapi bu …kayaknya Hana udah dapet laki-laki yang cocok jadi pendamping hidup aku 

 

“Siapa Hana ? “

 

“Raka, bu “

 

“Hah anak itu,apanya yang cocok memang sih dia ganteng, baik tapi ibu nggak suka sama dia. Udah kamu lebih cocok dengan anak sahabat ibu “

 

Ibu Hana ini memang sedikit keras kepala dan egois dia selalu memaksakan kehendaknya sendiri tanpa memikirkan perasaan anaknya .Namun itu semua demi kebaikan anaknya juga.

 

Kegelisahan merambati batin Hana, bagaimana mungkin dia bisa hidup dengan laki-laki yang tidak dicintainya .Apa Hana sanggup menjalani hari-hari kedepannya, apa Hana bisa menjadi istri yang baik jika sang suami tidak dia cintai.

 

Hana sudah tidak tahan menahan air mata yang di bendungnya.Dada Hana tiba-tiba sesak, fikiran Hana kacau. Segera saja Hana lari menuju kamarnya yang tak jauh daritempat semula Hana duduk.Air mata terus mengalir tiada henti hingga membasahi kedua pipi.

 

“Apa yang harus aku lakukan ya ALLAH mungkinkah ini takdir hidupku, dicintai orang yang tidak aku cintai dan mencintai orang yang tidak mencintaiku. Mungkinkah aku harus korbankan hatiku demi kebahagiaan ibuku, dan melepas separuh jiwa yang sudah menjadi bagian hidupku lalu menerima separuh jiwa yang lain yang tidak dapat menjadi bagian hidupku kelak “

 

Perlahan air mata terhenti saat Hana melihat bingkai foto yang terpajang diatas meja disamping tempat yidur didalamnya terpampang seseorang yang sangat familiar dihati Hanasemakin lama menataf foto itu semakin sakit yang Hana rasakan.

 

 

 

 

 

 


 

 

BAB III

 

Kolidor kampus dipenuhi mahasiswa dan mahasiswi, entah apa yang mereka lihat sampai mereka berkumpul tidak seperti biasa. Rasa penasasaran membawa langkah kaki Hana ke tempat keramaian itu berasal. Dan ternyata tengah berjalan seorang wanita cantik , tinggi dan seksi membuat orang yang melihatnya terpesona dan terpukau. Tidak terkecuali Raka.

 

“Hai nama kamu siapa ? “Tanya Raka dengan mulut bergeter

 

“Nama aku Dinda “ jawabnya sambil mengulurkan tangan

 

Hana yang menyaksikannya cukup merasa sakit hati dan cemburu.

 

Beberapa minggu berlalu, sejak kedatangan Dinda ke kampus, Hana merasa ada yang aneh pada Raka, sekarang dia jadi suka memperhatikan penampilan, sikap Raka kepada Hana pun menjadi berbeda.

 

“Wah masa kamu suka sama Dinda ? “

 

“Iya , aku suka sama dia , gimana menurut kamu, Han ? “

 

“Tapi kamu jangan marah, lebih baik kamu jauhin dia “ pendapat Hana membuat Raka bingung

 

“Lha kok begitu ? “ Raka meminta penjelasan Hana

 

“Dia wanita nggak baik, aku takut nanti kamu sakit hati”

 

Raka tidak memperdulikan pendapat yang Hana berikan, karena cemburu, daripada sakit hati menyimpan perasaan suka pada Dinda, lebih baik dia mengungkapkannya

 

“Aku mau jadi pacar kamu “

 

“Jadi mala mini kita rtesmi pacaran yah “ ujar Raka memastikan

 

3 bulan kemudian Hana pindah ka Bandung, untuk melangsungkan pernikahan dengan Rama, setelah wisuda, Hana dan Raka tidak lagi saling berkomunikasi dan berinteraksi.

 

Setelah menikah, Hana tinggal bersama suaminya di Bandung sedangkan sang ibu tetap tinggal di Jakarta.Kehidupan rumah tangga Hana tidak seperti kehidupan rumah tangga yang lain. Kehidupan tidak nyaman, mersa tersiksa dan tersakiti mungkin karena cinta yang belum tumbuh sempurna untuk sang suami.

 

“Hana, aku ini udah jadi suami kamu, tapi kenapa kayaknya kamu takut setiap kali melihatku apalagi kalau dekat dekat dengan kamu” jawab Rama

 

Rama telah berubah yang tadinya lembut, sabar sekarang menjadi kasar, egois, temperamental.

 

Karena sudah tidak tahan dengan perkataan dan perlakuan Rama yang kasar. Hana mencoba kabur dari rumah. Kebetulan sekarang Rama sedang pergi, ini kesempatan yang bagus.Dia berencana pulang ke rumah ibunya.

 

Tubuh Hana lemas, wajah Hana pucat, perlihatan Hana kabur, saat akan menyebrang Hana tertabrak sebuah mobil yang sedang melintas tepat di depan Hana.Sipelaku malah melarikan diri untungnya ada seorang ibu ibu yang baik hati membawa Hana ke rumah sakit dan untungnya lagi ibu ibu itu mengenal Ibu Hana.

 

“Hana sadaralah nak, ibu minta maaf ini semua salah ibu “tangan lembut sang ibu memegang erat tangan Hana yang lemas, tidak lama kemudian tangan Hana bergerak dengan kedua mata Hana terbuka.

 

“Alhamdulillah kamu sadar juga nak, maafkan ibu yah  gara-gara ibu kamu seperti ini “

 

“Ibu gak usah minta maaf ini bukan salah ibu, ini semua takdir udah ibu jangan nangis “

 

3 hari kemudian Hana memutuskan pergi mengunjungi neneknya di kampong, disana Hana ingin menenangkan fikirannya.

 

“Hei kamu berani beraninya membuat Hana celaka “

 

“Maaf yah kamu jangan seenaknya memarahi anakku “Ayah Rama marah

 

“Itu kan salah anakmu mas, anakmu harus tanggung jawab kalau tidak aku akan melaporkan Rama pada polisi”

 

“ya udah saya minta maaf bu, apa yang harus saya lakukan untuk menebus kesalahan saya ? “ Rama pun angkat bicara

 

“Kamu harus mencari laki-laki bernama Raka setelah itu suruh dia menemui Hana “seru Bu Hana

 

Beberapa minggu berlalu Rama berhasil menemui Raka. Dan keesokan harinya Raka mendatangi kampong nenek Hana

 

Suasana haru mewarnai cerahnya pagi hari, hangatny sinar mentari menjdi saksi bersatunya dua hati.

 

“Hana aku mencintai kamu, kamu mau kan menikah denganku ? ucap Raka sambil memeluk tubuh Hana . Hana menganggukan kepalanya tanda setuju.

 

Sepuluh menit kemudian Hana tiba-tiba pingasan. Segera saja Hana dibawa ke rumah sakit 2 jam Hana mengalami koma.Akhirnya Hana sadar juga.

 

“IBU Hana minta maaf, Hana gak bisa jadi anak yang soleha buat ibu, makasih banyak atas semua pengorbanan yang telah ibu berikan, aku sangat mencintai ibu”

 

“Raka maafin aku yah kalau selama ini aku banyak salah dan maafin aku kayaknya aku gak bisa menikah sama kamu , makasih kamu udah bisa mencintai aku, walaupun aku sudah ninggalin kamu” Hana menoleh kearah Raka

 

“Hana saying kamu jangan bicara seperti itu kmu pasti bisa menikah denganku, aku mohon kamu harus berjuang demi aku dan ibu kamu, kamu tahu kan aku sangat mencintai dan menyayangi kamu “

 

“Maaf Raka tapi aku gak bisa. Selamat tinggal ibu, selamat tinggal Raka aku mencintai kamu “

 

Perlahan kelopak Hana menutupdan nafas Hana pun berhenti , kini Hana telah tiada , dia telah kembali ke pangkuan ilahi.

 

Hana walaupun kamu sudah pergi aku akan mencintai kamu, I love Hana” untuk yang terakhir kali,  Raka mencium kening Hana yang bercahaya

 

Wajah Hana  yang cantik, sekarang tertutupi sehelai kain tubuh Hana yang segar kini terbaring kaku.Namun tetap kecantikan hati Hana akan selalu melekat dihati orang-orang yang mencintainya.Pesan terakhir Hana adalah penyampaian permintaan maaf kepada Rama dan juaga Ayahnya dan Hana berpesan agar ibu tidak memperpanjang lagi masalah yang terjadi.

 

 

 

 

 

TAMAT

 

 

 

Tags : #smk #ifsu
Share On :