Pengertian OOP !!

Nuzulul Rizky
0 view / 1398 show
3 years ago
General

Pemrograman berorientasi objek (Inggrisobject-oriented programming disingkat OOP) merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalamkelas-kelas atau objek-objek. Bandingkan dengan logika pemrograman terstruktur. Setiap objek dapat menerimapesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya,

Model data berorientasi objek dikatakan dapat memberi fleksibilitas yang lebih, kemudahan mengubah program, dan digunakan luas dalam teknik piranti lunak skala besar. Lebih jauh lagi, pendukung OOP mengklaim bahwa OOP lebih mudah dipelajari bagi pemula dibanding dengan pendekatan sebelumnya, dan pendekatan OOP lebih mudah dikembangkan dan dirawat.

 

Konsep dasar

  • Kelas — kumpulan atas definisi data dan fungsi-fungsi dalam suatu unit untuk suatu tujuan tertentu. Sebagai contoh 'class of dog' adalah suatu unit yang terdiri atas definisi-definisi data dan fungsi-fungsi yang menunjuk pada berbagai macam perilaku/turunan dari anjing. Sebuah class adalah dasar dari modularitas dan struktur dalam pemrograman berorientasi object. Sebuah class secara tipikal sebaiknya dapat dikenali oleh seorang non-programmer sekalipun terkait dengan domain permasalahan yang ada, dan kode yang terdapat dalam sebuah class sebaiknya (relatif) bersifat mandiri dan independen (sebagaimana kode tersebut digunakan jika tidak menggunakan OOP). Dengan modularitas, struktur dari sebuah program akan terkait dengan aspek-aspek dalam masalah yang akan diselesaikan melalui program tersebut. Cara seperti ini akan menyederhanakan pemetaan dari masalah ke sebuah program ataupun sebaliknya.
  • Abstraksi - Kemampuan sebuah program untuk melewati aspek informasi yang diproses olehnya, yaitu kemampuan untuk memfokus pada inti. Setiap objek dalam sistem melayani sebagai model dari "pelaku" abstrak yang dapat melakukan kerja, laporan dan perubahan keadaannya, dan berkomunikasi dengan objek lainnya dalam sistem, tanpa mengungkapkan bagaimana kelebihan ini diterapkan. Proses, fungsi atau metode dapat juga dibuat abstrak, dan beberapa teknik digunakan untuk mengembangkan sebuah pengabstrakan.
  • Enkapsulasi - Memastikan pengguna sebuah objek tidak dapat mengganti keadaan dalam dari sebuah objek dengan cara yang tidak layak; hanya metode dalam objek tersebut yang diberi izin untuk mengakses keadaannya. Setiap objek mengakses interface yang menyebutkan bagaimana objek lainnya dapat berinteraksi dengannya. Objek lainnya tidak akan mengetahui dan tergantung kepada representasi dalam objek tersebut.
  • Polimorfisme melalui pengiriman pesan. Tidak bergantung kepada pemanggilan subrutin, bahasa orientasi objek dapat mengirim pesan; metode tertentu yang berhubungan dengan sebuah pengiriman pesan tergantung kepada objek tertentu di mana pesa tersebut dikirim. Contohnya, bila sebuah burung menerima pesan "gerak cepat", dia akan menggerakan sayapnya dan terbang. Bila seekor singa menerima pesan yang sama, dia akan menggerakkan kakinya dan berlari. Keduanya menjawab sebuah pesan yang sama, namun yang sesuai dengan kemampuan hewan tersebut. Ini disebut polimorfisme karena sebuah variabel tungal dalam program dapat memegang berbagai jenis objek yang berbeda selagi program berjalan, dan teks program yang sama dapat memanggil beberapa metode yang berbeda di saat yang berbeda dalam pemanggilan yang sama. Hal ini berlawanan dengan bahasa fungsional yang mencapai polimorfisme melalui penggunaan fungsi kelas-pertama.
  • Dengan menggunakan OOP maka dalam melakukan pemecahan suatu masalah kita tidak melihat bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah tersebut (terstruktur) tetapi objek-objek apa yang dapat melakukan pemecahan masalah tersebut. Sebagai contoh anggap kita memiliki sebuah departemen yang memiliki manager, sekretaris, petugas administrasi data dan lainnya. Misal manager tersebut ingin memperoleh data dari bag administrasi maka manager tersebut tidak harus mengambilnya langsung tetapi dapat menyuruh petugas bag administrasi untuk mengambilnya. Pada kasus tersebut seorang manager tidak harus mengetahui bagaimana cara mengambil data tersebut tetapi manager bisa mendapatkan data tersebut melalui objek petugas adminiistrasi. Jadi untuk menyelesaikan suatu masalah dengan kolaborasi antar objek-objek yang ada karena setiap objek memiliki deskripsi tugasnya sendiri.

Bahasa pemrograman

Bahasa pemrograman yang mendukung OOP antara lain:

  1. Visual Foxpro
  2. Java
  3. C++
  4. Pascal (bahasa pemrograman)
  5. SIMULA
  6. Smalltalk
  7. Ruby
  8. Python
  9. PHP
  10. C#
  11. Delphi
  12. Eiffel
  13. Perl
  14. Adobe Flash AS 3.0

Manfaat OOP

Memang kelihatannya konsep ini sangat rumit, tetapi ada beberapa alasan mengapa pendekatan objek sangat kuat diantaranya:
  1. Konsep ini menyederhanakan kompleksitas dengan memungkinkan kita untuk mendefinisikan sebuah sistem besar dan kompleks menggunakan set yang lebih kecil dari objek yang saling terkait.
  2. Dengan merancang aplikasi menggunakan objek, berarti kita telah menerapkan permodelan yang mendekati kehidupan nyata. Hal ini memungkinkan desain program kita menjadi lebih alamiah , yang memungkinkan kita untuk bekerja lebih intuitif.
  3. Konsep ini memberi kita sebuah kosa kata/ vocabulary, sehingga kita dapat lebih efektif mendiskusikan sistem atau aplikasi dengan rekan kerja kita (jauh lebih mudah untuk membahas fungsi dalam hal metode obyek daripada salah satu dari ratusan fungsi yang berada dalam modul kode umum).
  4. Class memiliki sifat mereka sendiri (properti), metode, dan event terintegrasi atau dikenal dengan istilah di-encapsulation, sehingga mereka umumnya mandiri. Ini membuat kode kita lebih teratur dan lebih mudah untuk di-maintain.
  5. Adanya enkapsulasi berarti, penggunaan kembali kode menjadi mudah, karena kita cukup menyalin kelas template dan perubahan akan secara otomatis tercermin dalam setiap kelas yang mewarisi dari kelas dasar yang telah kita ubah. Hal ini bermanfaat ketika berbagi/ sharing kode dengan orang lain, atau ketika menggunakan kembali kode dari proyek-proyek lama, sehingga berimplikasi pada penghematan biaya dan waktu.

Cara Membuat CLASS :

Membuat Class pada Java

 
Belajar membuat Class pada Java. Sebelum membuat Class terlebih dahulu kita harus mengenal Objek, Class, Method, dan Atribute. Objek adalalah orang, benda, dan sebagainya yang memiliki atribute, dapat melakukan method dan tergolong dalam class tertentu. Class dapat dapat diartikan sebagai jenis untuk mengelompokan objek-objek yang ada.Atribute adalah sesuatu yang dimiliki oleh suatu objek. Method adalah sesuatu yang dapat dilakukan oleh suatu objek. Untuk lebih jelasnya saya akan menggunakan pendekatan analogi. Misal Adi (nama orang), dia adalah objek. Adi termasuk class manusia. Adi memiliki atribute tangan, kaki, mulut, dan sebagainya. Adi memiliki method tertawa, menangis, berjalan, berlari, makan, dan sebagainya. Method juga dapat disebut juga behavior atau hal yang dapat objek lakukan.
Berikut adalah cara/format untuk membuat class :

<modifier> class <nama class> {
<inisialisasi atribute>
<inisialisasi konstruktor>
<inisialisasi method> 
}
Contoh : 
public class orang{ //class orang
int mulut; //mulut = atribut
public orang(int i){//konstruktor
mulut = i;
}
public void cekkerja(){ //method
if(mulut>1)
System.out.println("Berbicara");
else
System.out.println("Diam");
}
}

contoh fungsi utama dari class diatas adalah :

class coba{
public static void main (String args[]){
orang Adi = new orang(2);
Adi.cekkerja();
}
}
Tags : #
Share On :




More from NuzululRizky

Related