OOP smkifsmd XI-6

Destia Nuraeni
1 view / 1451 show
3 years ago
General

Pengertian OOP

 

           Object Oriented Programming (OOP) atau dapat juga disebut dengan pemrograman berorientasi pada objek merupakan metode pemrograman yang sedang 'booming' saat ini. Metode ini digunakan untuk mencari cara atau bagaimana membuat sebuah program yang lebih mudah dan meminimalisir kesalahan dalam proses compiling -nya. Dalam dnia nyata kita sering melihat berbagai macam objek yang memang dapat dilihat secara kasat mata dan dapat dirasakan karena mempunyai bentuk. Tetapi dalam sebuah proses program, objek terkadang merupakan sekumpulan perintah-perintah yang dijalankan oleh sebuah compiler tertentu sehingga dapat menampilkan hasil yang diinginkan oleh si pembuat program. 

Ada beberapa konsep pemrogramman berorientasi objek diantaranya :

 

  1. Abstraksi

Abstraction atau disebut juga composition merupakan prinsip penyederhanaan dari sesuatu yang kompleks dengan cara memodelkan kelas sesuai dengan masalahnya.

 

  1. Polymorphism

Polymorphism mungkin merupakan konsep pemrograman beroerientasi obyek yang paling sulit dimengerti. Arti dari polymorphism adalah kemampuan dari suatu obyek untuk mempunyai lebih dari satu bentuk. Atau dalam pengertian lain adalah kita dapat menerapkan sesuatu hal yang berbeda melalui suatu cara yang sama. Sebagai contoh manusia untuk bergerak ketempat tujuannya menggunakan kaki dengan berjalan sedangkan burung menggunakan sayapnya untuk terbang.

 

  1. Inheritance

Inheritance atau pewarisan adalah prinsip pewarisan sifat dari orang tua ke anak atau turunannya yang diterapkan pada kelas. Orang tua memiliki atribut dan method yang lebih umum dibandingkan dengan anak atau turunannya.

 

  1. Enkapsulasi

Prinsip Encapsulation adalah prinsip penyembunyian detil dari sebuah kelas terhadap obyek yang berinteraksi terhadapnya.

 

 

Manfaat menggunakan OOP

 

v  Dengan merancang aplikasi menggunakan objek, berarti kita telah menerapkan permodelan yang mendekati kehidupan nyata. Hal ini memungkinkan desain program kita menjadi lebih alamiah, yang memungkinkan kita untuk bekerja lebih intuitif.

v  Maintanability Mudah di kelola karena kita dengan mudah menemukan sumber kesalah untuk kemudian diperbaiki. Misalnya  yang rusak adalah penglihatan, tentu yang diperbaiki adalah mata bukan object yang lain (di analofikan dengan tubuh manusia,dimana disetiap bagian tubuh adalah object). Hal ini karena setiap object memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda degan object lainnya.

v  Extensibility Kemamouan untuk dapat diperluas. Setiap object dapat ditammbah kemampuannya (tentu kode-kode  didalamnya) tampa menggangu object yang lainnya.

v  Reusability Kemampuan untuk dapat digunakan kembali. Setiap object dapat dipakai  dalam project yang lain jika diperlukan tanpa perlu penyesuaian yang berarti.

 

 

 

Contoh Class

 

using System;

 

class classpertama

{

 

  static void Main(string[] args)

   {

    classkedua objek1 = new classkedua();

 

 

   }

}

 

class  classkedua

{

 

  public int usia =10;

 

   public void tampil()      // akses modifier method ini diset public , supaya bisa diakses dari luar class ini.

    {

    }

 

}

 

 

Contoh method

 

 

using System;

 

namespace csharp

{

class rumus

{

public int nilai(int a, int b)

{

int panjang,lebar,luas;

panjang=a;

lebar=b;

 

luas=panjang*lebar;

return luas;

}

public void hasil(int x)

{

}

}

class Program

{

public static void Main(string[] args)

{

int panjang,lebar;

int x=0;

rumus blue=new rumus ();

panjang=Convert.ToInt32(Console.ReadLine());

lebar=Convert.ToInt32(Console.ReadLine());

 

x=blue.nilai(panjang,lebar);

 

// TODO: Implement Functionality Here

 

}

}

}

Tags : #
Share On :




Related