Tugas OOP

Nasrul Husna
0 view / 1365 show
3 years ago
Education

BAGIAN 1

Pemrograman berorientasi objek (Inggris: object-oriented programming disingkat OOP) merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Bandingkan dengan logika pemrograman terstruktur. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya.

Jika kita mencoba melihat bagaimana tugas disekitar kita diselesaikan, kita akan mengetahui bahwa kita berinteraksi dalam sebuah object-oriented world. Jika akan bepergian kita pasti berinteraksi dengan objek mobil. Sebagai sebuah objek, mobil berisi objek-objek lain yang berinteraksi untuk melakukan tugasnya membawa kita.

  • Abtraksi – Kemampuan sebuah program untuk melewati aspek informasi yang diproses olehnya, yaitu kemampuan untuk memfokus pada inti. Setiap objek dalam sistem melayani sebagai model dari “pelaku” abstrak yang dapat melakukan kerja, laporan dan perubahan keadaannya, dan berkomunikasi dengan objek lainnya dalam sistem, tanpa mengungkapkan bagaimana kelebihan ini diterapkan. Proses, fungsi atau metode dapat juga dibuat abstrak, dan beberapa teknik digunakan untuk mengembangkan sebuah pengabstrakan.
  • Enkapsulasi – Memastikan pengguna sebuah objek tidak dapat mengganti keadaan dalam dari sebuah objek dengan cara yang tidak layak; hanya metode dalam objek tersebut yang diberi ijin untuk mengakses keadaannya. Setiap objek mengakses interface yang menyebutkan bagaimana objek lainnya dapat berinteraksi dengannya. Objek lainnya tidak akan mengetahui dan tergantung kepada representasi dalam objek tersebut,atau disebut juga proses penyembunyian.
  • polimerfisme - melalui pengiriman pesan. Tidak bergantung kepada pemanggilan subrutin, bahasa orientasi objek dapat mengirim pesan; metode tertentu yang berhubungan dengan sebuah pengiriman pesan tergantung kepada objek tertentu di mana pesa tersebut dikirim. Contohnya, bila sebuah burung menerima pesan “gerak cepat”, dia akan menggerakan sayapnya dan terbang. Bila seekor singa menerima pesan yang sama, dia akan menggerakkan kakinya dan berlari. Keduanya menjawab sebuah pesan yang sama, namun yang sesuai dengan kemampuan hewan tersebut. Ini disebut polimorfisme karena sebuah variabel tungal dalam program dapat memegang berbagai jenis objek yang berbeda selagi program berjalan, dan teks program yang sama dapat memanggil beberapa metode yang berbeda di saat yang berbeda dalam pemanggilan yang sama. Hal ini berlawanan dengan bahasa fungsional yang mencapai polimorfisme melalui penggunaan fungsi kelas-pertama.
  • inheritas- Mengatur polimorfisme dan enkapsulasi dengan mengijinkan objek didefinisikan dan diciptakan dengan jenis khusus dari objek yang sudah ada – objek-objek ini dapat membagi (dan memperluas) perilaku mereka tanpa haru mengimplementasi ulang perilaku tersebut (bahasa berbasis objek tidak selalu memiliki inheritas.)

BAGIAN 2

Manfaat OOP

Hemat dalam penulisan.  Dalam pemrograman prosedural, penggunaan kode2 untuk operasi yang sama bisa sangat melelahkan (bikin tangan capek euy :) ), tetapi jika dengan oop, operasi-operasi yang sama tersebut bisa dikurangi dengan menggunakan fungsi-fungsi. Jadi, dengan membuat satu fungsi, kita kemudian bisa menggunakannya berkali-kali. Jauh lebih nyaman kan?

Deteksi Error.  Tidak ada yang sempurna di dunia ini, apalagi itu program buatan manusia.  Pasti ada errornya.  Kalau di prosedural, kita harus mendeteksi error ini berdasarkan error line tetapi yang menjadi adalah error terjadi mungkin bisa karena konflik antar operasi, alur yang salah, dll..Nah di prosedural, hal ini berarti kita harus menceknya satu persatu. Jika line errornya di line 40 bisa saja kita harus mencek line 30-39 atau mungkin lebih.  Dengan oop, dimana operasi-operasi dibedakan berdasarkan class dan fungsi, kita hanya mencari fungsi-fungsi yang saling berkaitan, dan tentunya hal ini akan jauh lebih menghemat waktu.

Update.  Mungkin suatu saat kita ingin mengupdate aplikasi kita, dengan prosedural caranya gmn? Yah ganti aja semua kode selesai masalah :) . Dengan oop, kita bisa melakukannya dengan mengganti beberapa class atau mungkin bisa hanya dengan mengganti satu class. Bagaimana bisa? Jika kita menggunakan sistem pemrograman dengan menggunakan inheritance (pewarisan), kita hanya perlu mengganti class induk, contoh: class b,c,d semuanya merupakan turunan dari class a, jadi jika kita ingin mengupdate program kita, kita hanya perlu merubah class a ini, sedangkan class b,c,d pasti akan langsung mengikuti perubahan tersebut.

 

BAGIAN 3

Method adalah bagian dari tubuh program yang mengimplementasikan suatu action sehinggga class atau object dapat bekerja.

contoh method

 
public double hitung_luas_segitiga()
 {
     Int alas, tinggi;
     alas=5;
     tinggi=4;
     return (0,5*alas*tinggi);
 }
 
Class merupakan suatu “blueprint” atau “cetakan” untuk mencipkatan suatu Bahasa Dari objek instan. Kelas JUGA merupakan grup suatu objek Artikel Baru kemiripan atribut / proprties, perilaku Dan Relasi Ke objek berbaring. Contoh: Kelas Orang, Kendaraan, Pohon, Buah Dan Lain-lain.
 
contoh class
namespace gamepesawat
{
    class peswatTempur
      {
       public string namaPilot;
       public static int TotalTertembak=0;
 
       pulic int tembakmusuh()
           {
              TotalTertembak++;
              return TotalTertembak;
           }
 
        }
 
      Class  gamestart()
      {
 
           static void Main(string[] args)     // method Main
           {
             //membuat objek pesawatTempurF16 dan F22
 
              pesawatTempur F16 = new pesawatTempur();
              pesawatTempur F22 = new pesawatTempur();
 
              F16.namaPilot = "fatih";
              F16.tembak();
 
              F16.namaPilot= "dede";
              F16.tembak();
// mengakses statik variable totalTertembak dgn nama class pesawattempur bukan nama objek
           system.console.writeln("total tertembak={0}" pesawatTempur.TotalTertembak)
            }
      }
}

 

Tags : #
Share On :




Related