sang pewaris luka part 1

Audina Isnainzah N A
4 view / 2043 show
4 years ago
Entertainment

 

Kau bangsat yang telah menyisakan seperempat dari hidupku,

Cobalah untuk lupakan ! sayang.

Karena semakin keras kau melakukannya,

Semakin erat kenangan menikam sadis jantung mu.

Dan kau mati ! dalam sisa sisa hidupmu bersama yang lain.

**

Januari 2010

Jahannam ! apa kau tak pernah mengerti.

Aku ingin kau memberi satu dari sejuta yang kau punya untuk ditanam di dalam dinding merah kepunyaanku ? ah, kamu bajingan yang tak pernah membiarkan dirimu yang lain tumbuh menjadi daging dalam tubuhku, tubuhmu ! ah, sayang. Hanya ucap yang pernah kau berikan untuk itu.

**

Februari 2013

Resi Diningrum & Rama Andersta

Begitulah nama yang tertera dalam ucapan-ucapan dan rangkaian bunga untuk hari ini. Rama berdiri tegak ketika kekasihku datang menghampiri kedua mempelai. Tidak, Rama tidak marah sama sekali. Ia bahkan tersenyum dan menjabat kekasihku dengan senang hati. Ya, hanya aku yang berdiri mematung setelah mencengkram erat lengan Rama. Dia datang menjabat kembali tanganku – tapi ini tidak permintaan maaf dan tidak juga ucapan selamat. Hanya pilu dan dendam yang kembali bangkit ketika menatap wajah dan tubuhnya – kekasihku. Dan lalu Rama mendekapku, ketika lelaki itu pergi memunggungi mempelai yang seharusnya berbahagia hari ini.

“Tidak apa sayang, bukankah aku sudah berkata bahwa aku bahkan tidak membenci masa lalumu. Berbahagialah hari ini, sebab aku sudah membuatnya menyesal pernah meninggalkanmu”.

 

Ya, tentu saja Rama. tentu saja.

Kau lihat sekarang ? Aku tidak hanya pernah bahagia – bersamamu, bangsat ! Karena sekarang aku bahagia, mendata masa depan bersama Rama kekasih baruku. Dan kau akan menangis seumur hidup, sebab kau hanya bahagia di saat aku masih mencintaimu, sayang !

continue . .

Share On :