Beda Persepsi (Guru haruskah ditakuti ?)

Restu Setia Lugina
1 view / 462 show
9 months ago
Education

Tulisan ini tidak ingin menghakimi siapapun, apalagi guru. Saya percaya ”pahlawan tanpa tanda jasa” tersebut  sudah berupaya dan mengeluarkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki untuk mengasuh murid-murid dengan baik dan ihlas. Saya juga percaya, mereka sudah menggunakan ”jurus” apapun yang dianggap ampuh. Ibarat pesilat mereka justru sudah mengeluarkan jurus pamungkas. Lalu pertanyaannya, mengapa saya memeroleh jawaban seperti di atas. Sayamenyadari, ini bukan sekedar jawaban. Suara mereka menyiratkan ada suatu yang kurang tepat di murid, keluarga dan di guru. Untuk sementara saya ingin melihatnya dari dua faktor terlebih dahulu sebagai bahan pemikiran, yaitu cara komunikasi dan persepsi.

Cara komunikasi dan persepsi memang bisa jadi saling memengaruhi. Cara komunikasi yang tidak tepat akan menimbulkan persepsi yang berbeda pada orang lain. Begitu juga sebaliknya, persepsi yang terpasang lebih dulu akan memengarui cara orang berkomunikasi. Seorang guru yang ingin menertibkan murid adalah maksud baik. Hanya ini bisa dipersepsi menakutkan jika cara penyampaiannya dengan membentak dan selalu menakut-nakuti. Begitu juga, persepsi bahwa seorang anak akan menurut kalau ditakut-takuti membuat seorang guru akan menampilkan cara yang supaya murid takut dan menurut apa yang diinginkan guru. Saya jadi teringat pepatah yang cocok untuk hal ini, yaitu:”Tukang kayu yang alatnya hanya palu, akan memandang segala sesuatu seperti paku”.

Bagaimana membuat murid lebih cinta dan hormat pada guru, setidaknya dua faktor tersebut harus dibuat tepat, baik di guru maupun di murid, termasuk juga di keluarga. Bagaimana caranya? Perbaiki keduanya. Lalu dimulai dari mana? Niat. Ya, niat, karena hasrat yang kuat untuk memperbaiki, akan menemukan sendiri cara-cara yang lebih baik dalam penyampaian pesan kepada murid, yang pada gilirannya murid akan lebih cinta dan hormat pada guru. Apa dua faktor tersebut hanya untuk guru dan murid? Tidak juga. Kita semua perlu memperbaiki persepsi dan cara berkomunikasi kita, agar bisa andil menyebarkan saling rasa hormat kepada sesama.

 

Berikut saya lamapirkan video inspiratif seorang guru :


Share On :