Apa itu Oprek Android dan Tahapan Oprek Android

Rival Adrian Juliansyah
2 view / 4912 show
2 years ago
General

HouseProgram,- Apa sih Oprek Android ? Oprek Android adalah aktifitas memodifikasi android / mempercantik tampilan Android dengan merubah script yg berada di dalam aplikasi tertentu / di dalam system Android. Pastinya kita harus sudah siap apa yang akan terjadi setelah Oprek android, Karna banyak hal Terjadi pada Android setelah kita Oprek. Contohnya : Botloop, Force Close, Tampilan tidak sesuai, dll. Maka dari itu Oprek Android harus dilalukakan dengan hati-hati atau konsentrasi. Hal yang harus dilakukan sebelum Oprek Android adalah Full Back Up, Agar aman dari hal-hal yang tidak di inginkan.



Apa saja sih tahapan-tahapan Oprek Android ? 

 

1. Rooting

        Berbeda pada Jailbreak di iOS, kebanyakan salah kaprah dari pengguna baru Android adalah dengan adanya rooting maka akan bisa mengunduh aplikasi berbayar. Padahal tidak demikian, fungsi utama rooting adalah untuk mengakses sistem. Jika pada PC, sama seperti fungsi administrator di sistem operasi Windows. Dengan adanya kontrol penuh di sistem maka modifikasi lainnya pun bisa dilakukan.

Perlukah rooting?

Pertanyaan yang mendasar jika menggunakan Android. Lain dahulu lain sekarang, perangkat Android sekarang ini sudah memiliki internal storage yang lega dengan harga yang terjangkau. Dulu dengan spesifikasi internal kecil, proses rooting dilakukan agar aplikasi bisa terinstal pada SDcard. Rooting sendiri bukan merupakan suatu kewajiban di Android, tapi bukan suatu hal yang ilegal dan dilarang. Rooting akan semakin bermanfaat jika ingin mencoba sesuatu yang baru dengan modifikasi hingga ke tahap custom ROM. Selain itu, keuntungan menggunakan aplikasi rooting yang dapat mengoptimalkan dan memaksimalkan perangakat menjadi alasan utama kenapa harus melakukan rooting.

2. Backup, USB Debugging, dan Unknow Source

          Tahapan terpenting sebelum melakukan root adalah melakukan back up. Meski sampai saat ini belum ada perangkat yang hardbrick (mati total) dalam melakukan proses rooting, baiknya menyimpan data-data penting seperti kontak, SMS dan data-data yang ada pada storage. Untuk kontak telepon, cukup lakukan sinkronisasi ke akun Google. Pastikan semua kontak telepon yang ada tersimpan melalui akun Google. Jika menyimpannya di internal phone, lakukan dengan back up kontak telepon dengan mengekspornya ke SD Card. Untuk back up SMS bisa dilakukan dengan menginstal aplikasi di Play Store seperti aplikasi Backup & Restore SMS. Jika sudah melakukan back up, selanjutnya centang unknown source dan USB debugging pada Pengaturan (Setting) di masing-masing perangkat Anda .

3. Lock Bootloader

        Cek perangkat apakah terdapat lock bootloader atau tidak? Jika perangkat dikunci (lock bootloader) maka yang perlu dilakukan adalah membuka (unlock) bootloader tersebut. Cara untuk membuka bootloader bisa dilihat di situs vendor yang digunakan atau pada seri Nexus dapat melalui Mode Bootloader. Sebelum membuka bootloader, pastikan terdapat tutorial cara mengunci (lock) bootloader kembali. Jika tidak ada, sangat tidak disarankan karena garansi dipastikan tidak bisa diklaim. Solusinya rooting tanpa unlock bootloader adalah cek ketersediaan tools bypass untuk rooting. Kekurangan jika menggunakan tools ini, jika masih dalam status lock bootloader maka tidak bisa menginstal custom kernel. Fungsi dari kernel itu sendiri secara umum untuk menghubungkan hardware ke sistem operasi dan di kernel terdapat informasi mengenai driver-driver hardware yang digunakan. Pada perangkat keluaran SONY, jika anda sudah unlock bootloader dan instal custom kernel jika terdapat software update jangan pernah sekali-kali memasangnya, karena perangkat akan mati total.

4. Kenali tools untuk root

           Tools untuk root bisa secara aplikasi di Android dan tools di PC. Menggunakan aplikasi akan lebih mudah, karena tidak perlu terhubung dengan komputer melalui kabel data. Sayangnya, untuk ketersediaannya tentu lebih sedikit karena untuk proses rooting lebih banyak dengan tools aplikasi. Pastikan cara mana yang sesuai untuk perangkat Android Anda. Karena jika salah, akses root tidak akan bisa diinstal pada perangkat Anda. Contoh aplikasi untuk root di Android adalah aplikasi Gingerbreak, framaroot untuk beberapa perangkat Samsung, Z4root, ExynosAbuse, Iconiaroot dan lainnya. Sedangkan tools di PC contohnya seperti Doomlord, SuperOneClick, Root with Bin4ry dan beberapa tools root bypass lainnya. Terakhir dengan menggunakan flasing di tools flashing pada PC, contoh yang paling dilakukan adalah pada perangkat Samsung melalui ODIN. Karena perangkat Samsung tidak pernah lock bootloader (kecuali seri Nexus), untuk tahapan rooting lebih mudah dengan ODIN. Instal kernel modifikasi untuk custom recovery terlebih dahulu, lalu update zip untuk proses root agar aplikasi Superuser atau SuperSU terpasang sebagai sistem.

Beberapa Keuntungan Rooting :

Memblokir iklan.
Akses dan modifikasi sistem.
Back up aplikasi, termasuk aplikasi sistem.
Instal aplikasi yang membutuhkan akses rooting.
Menghapus aplikasi sistem bawaan pabrik.
Optimalisasi hardware hingga pada proses overclock procesor. 

5. Custom Recovery

              Recovery di Android memiliki fungsi jika terdapat masalah seperti perangkat tidak sukses melakukan booting. Custom recovery standar pabrik biasanya hanya memiliki fitur untuk Wipe Data (factory reset). Untuk menginstal Custom ROM, pastinya diperlukan custom recovery dengan penambahan fitur untuk memasangnya. Fitur lainnya di Custom Recovery terdapat beberapa fitur yang membantu untuk ngoprek Android seperti Nandroid Backup dan Restore, partisi SD Card hingga multi booting. Custom Recovery yang banyak dijumpai adalah ClockWorkMod Recovery atau biasa disebut CWM. Meskipun tidak semua devices di dukung ROM Manager (aplikasi untuk instal CWM), tetapi hampir rata-rata custom recovery berasal dari CWM. Developer pada perangkat anda akan membuat CWM yang kompatibel.

Seiring perkembangan Android, perkembangan Custom Recovery di Android juga turut berkembang. TWRP (Team Win Recovery Project) berhasil menciptakan custom recovery yang lebih interaktif. Jika dahulu CWM di Android untuk navigasi masih menggunakan button hardware, tampilan sederhana dan tidak dapat melakukan charging jika ke mode recovery. Dengan adanya TWRP, Custom Recovery bisa dilakukan dengan sentuhan, tampilan menarik dan terdapat fitur charging. CWM recovery pun bukan tanpa update fitur, sesepuh recovery di android ini juga turut berbenah hingga terdapat versi touch-nya. Jika devices anda mendukung keduanya, pilihan kembali pada Anda untuk bebas menggunakan recovery sesuai pilihan.

Tujuan utama dibuatnya custom recovery utama adalah memudahkan menginstal ‘flashable zip’, sesuai namanya file tersebut berekstensi zip. Di dalamnya terdapat script yang mendukung untuk menginstal sesuatu di Custom Recovery. Flashable zip bisa berupa custom ROM, custom Kernel, Baseband (radio pada devices), Google Applications atau sering di sebut gapps yang terdapat aplikasi sistem dari Google yang tidak terdapat di Google Play Store (contohnya seperti: Google Talk, Play Store, Gallery dan Google Search).

6. Lakukan Nandroid Backup

          Custom recovery di Android yang telah root menjadi teman pendamping yang saling melengkapi. Karena adanya root dan bisa mengakses sistem tentu modifikasi bisa dilakukan. Modifikasi Android bukan tanpa kendala, misalnya Anda menggunakan aplikasi pengganti font, menginstal custom ROM, overclock, tidak sengaja menghapus aplikasi sistem yang diperlukan, terkadang perangkat menjadi stuck di Boot Animasi atau bahkan perangkat tidak bisa masuk ke Home Screen. Untuk itu, solusi terbaik adalah melakukan Nandroid Backup yang terdapat di custom recovery. Jika Anda mengalami hal-hal seperti yang disebutkan tadi, tanpa harus instal firmware bawaan pabrik masalah tersebut bisa teratasi. Nandroid Backup akan mengembalikan sistem, aplikasi terinstal termasuk data-data seperti SMS, kontak, akun Google terakhir pada saat Anda melakukan Nandroid Backup.

7. Custom ROM

              Tahapan yang menyenangkan bisa dibilang tahapan terakhir dalam kepuasan ngoprek Android. Mencoba beberapa Custom ROM yang ada tentu tidak akan pernah bosan. Dengan adanya Custom ROM akan banyak perubahan yang didapat. Ditambah di tiap-tiap custom ROM di Android memiliki tampilan, fitur, tweak dan optimalisasi yang berbeda. Jika menginstal Custom ROM terbaru rasanya seperti memiliki sebuah perangkat yang baru. Dalam proses pemilihan mana Custom ROM yang terbaik tentunya ada pada kita sebagai pengguna yang mencobanya. Pilihan akan berbeda-beda pada setiap orang. Sehingga, saat pengguna Android bertemu meski perangkat yang digunakan sama belum tentu dari sisi tampilan sama/sejenis. Semuanya tergantung dari cara ngoprek di tiap-tiap pengguna Android. Baik pemilihan aplikasi, Custom Recovery, hingga ke Custom ROM.

Jangan lupa kunjungi web saya : http://www.rival-official.net & http://www.program-house.com

Share On :