Preparasi Mebuat Basis Data dan DBCA

Agus Handi Prayitna
1 view / 1198 show
2 years ago
General

Selamat malam salam sejahtera untuk sahabat conaxe :) kali ini saya akan membeberkan artikel (preparasi mebuat basis data dan DBCA). Langsung saja simak ya!!!

A. Preparasi Dalam Membuat Basis Data

Pastinya kalian sudah tidak asing lagi dengan pembuatan database dalam Xampp, iya kan? Iya ajah :D mari kita singgung sedikit dalam pembuatannya , Simak!!!!

Langkah-langkah:

  1. Buka aplikasi xampp, kemudian aktifkan Xampp dengan klik start
  2. Panggil alamat Localhos/xampp/ dan klik phpmy
  3. Buat Database dengan nama yang di inginkan, Klik Create
  4. Buat nama table dan jumlah kolom lalu klik go
  5. Masukan data, setelah itu klik save
  6. Selesai.kurang lebihnya seperti itu cool

DBCA

Apa itu DBCA? DBCA singkatan dari Database Configurations Assistant adalah sebuah utiliti pada data base oracle yang  dapat digunakan untuk membuat, mengatur/mengkonfigurasi dan menghapus data base Oracle. Kita juga dapat membuat data base dengan menggunakan template yang tersedia atau dengan menggunakan database yang sudah ada sebagai contoh untuk membuat database atau template baru.

            DBCA dapat dijalankan dengan mode interactive maupun NON/Interactive/silent. Mode Interactive menampilkan antarmuka grafis (GUI) dan langkah-langkah untuk membuat dan mengkonfigurasi sebuah data base.Sedangkan mode non-interactive/silent menggunakan script untuk membuat database.

B. Membuat database menggunakan DBCA

  1. Login ke komputer sebagai member grup DBA yang memiliki autorisasi untuk menginstal database Oracle. Apabila diperlukan, set environment variable dan ketikan dbca untuk menjalankan DBCA. Halaman Selamat Datang akan muncul dan klik next untuk melanjutkan
  2. Pilih create database dan Klik Next untuk melanjutkan.
  3. Database Template: pilih tipe template database yang akan digunakan untuk membuat   database. Terdapat 3 buah template database (general purpose or Transaction Process, Custom Database, Data Warehouse) yang akan meng-copy konfigurasi template database yang akan dipilih, termasuk data file yaitu control File, redo log file, termasuk tablespace. Klik show details untuk melihat konfigurasi tipe-tipe database. Untuk environment yang lebih kompleks, kita dapat memilih Custom Database
  4. Database Identification. Masukkan Global database Name denagn format database_name.domain_name, dan System Identifier(SID) yang biasanya secara default dis et sesuai nama database yang mengidentifikasi instance database tersebut.
  5. Management Options: Pada langkah ini kita dapat mengkonfigurasi database sehingga database tersebut dapat dikelola dengan Oracle Enterprise Manager. Pilih “Configure the Database with Enterprise Manager”.
  6. Database Credentials: Halaman ini dipergunakan untuk mengeset password untuk akunadministrator, seperti SYS dan SYSTEM.
  7. Database File Location: Tentukan tipe storage yang ingin digunakan untuk database sesuai dengan kebutuhan (misalnya Automatic Storage Management (ASM) atau File System). Pada contoh di atas kita memilih ASM sehingga menggunakan Oracle-Managed File (OMF). Dengan tombol Browse kita dapat melihat disk group yang tersedia dan memilih disk group yang sesuai (misalnya +DATA). Setelah memilih disk group, kita harus menentukan password ASMSNMP. OMF dapat juga digunakan saat kita memilih tipe storage dengan File System, sehingga mengurangi keharusan untuk memanage file sistem operasi pada Oracle database secara langsung. Apabila diinginkan, kita dapat membuat salinan tambahan dari redo logs dan control files dengan meng-klik tombol Multiplex Redo Logs and Control Files. Tombol File Location Variables digunakan untuk menyesuaikan variabel lokasi file dari ORACLE_BASE, ORACLE_HOME, DB_NAME, DB_UNIQUE_NAME, dan SID.
  8. Recovery Configuration. Pilihlah opsi untuk recovery database. Untuk mengkonfigurasi fast recovery area, centang padaa check box Specify Flash Recovery Area kemudian tentukan lokasi dan ukuran dari fast recovery area.
  9. Database Content. Bagian ini menyediakan opsi untuk memilih komponen dan menspesifikasikan scrift tertentu yang mungkin harus dijalankan setelah database dibuat.
  10. Initialization parameter. Pada langkah ini kita dapat menentukan atau mengubah setting default pada database.
  11.  Database Storage: Jika diperlukan, kita dapat mereview dan memodifikasi setting storage database. Jika kita telah memilih template yang sudah dikonfigurasi untuk database yang kita buat, kita tidak dapat lagi menambah atau menghapus control file dan data file.
  12. Create Options: terdapat 3 pilihan yaitu: membuat database, menyimpan database definition sebagai template, dan men-generate script. Apabila kita memilih ketiganya dan meng-klik Finish, maka DBCA pertama-tama akan menyimpan template database, men-generate script ke direktori tujuan, lalu membuat database.
  13. Halaman konfirmasi akan muncul setelah kita menekan tombol finish.
  14. Klik tombol password Management untuk melakukan unclock akun database yang akan menggunakan password.
  15. Selesai.

oke sekian artikel yang saya buat thanks telah menyimak artikel saya smiley

Tags : #rplc_1
Share On :