DBCA (Database Configurations Assistant)

Eva Nurul Latifah
2 view / 1592 show
2 years ago
Technology

Prefarasi dalam membentuk basis data dan DBCA

(Database Configurations Assistant)

 

  1. Preparasi Dalam Membuat Basis Data
  • Buka aplikasi xampp, kemudian aktifkan Xampp dengan klik start
  • Panggil alamat Localhos/xampp/ dan klik phpmy admin
  • Buat Database dengan nama yang di inginkan, Klik Create
  • Buat nama table dan jumlah kolom lalu klik go
  • Masukan data, setelah itu klik save
  • Selesai.
  1.   DBCA

        Database Configurations Assistant (DBCA) adalah sebuah utiliti pada database oracle yang digunakan untuk membuat mengkonfigurasi dan menghapus data base Oracle. Dengan menggunakan DBCA , proses pembuatan sebuah database akan dilakukan secara otomatis dan database akan siap digunakan.

  • Mengakses DBCA dapat menggunakan Orcle Universall Instaler (OUI). Atau dapat juga menggunakan tool standalone apabila  instalasi database Oracle sudah di lakukan.
  • DBCA dapat dijalankan dengan mode interactive maupun NON/Interactive/silent. Mode Interactive menampilkan  antar  muka grafis (GUI).
  1. Langkah-langkah untuk membuat dan mengkonfigurasi sebuah database menggunakan DBCA
  • harus Login ke komputer untuk menjadi member grup DBCA untuk menginstal database Oracle. untuk menjalankan DBCA ketikan DBCA dan Halaman Selamat Datang akan muncul lalu klik next untuk melanjutkan.
  • Pilih create database dan Klik Next untuk melanjutkan.
  • pilih tipe template database yang akan digunakan untuk membuat database yang akan meng-copy konfigurasi template database yang akan dipilih, termasuk data file control File, redo log file, termasuk tablespace. lalu klik show details untuk melihat konfigurasi tipe-tipe database.
  • Masukan global database Name dengan format database_name.domain_name, dan system Identifier (SID) yang biasanya diset sesuai nama database yang mengidentifikasi instance database tersebut.
  • Pada langkah Management Options ini kita dapat mengkonfigurasi database sehingga database tersebut dapat dikelola dengan Oracle Enterprise Manager. Pilih “Configure the Database with Enterprise Manager”. Perhatikan bahwa pilihan Register with Grid Control akan berada pada kondisi disabled apabila DBCA tidak dapat mendeteksi adanya agen Enterprise Manager Grid Control.
  • Pada langkah Database Credentials ini dipergunakan untuk mengeset password untuk akun administrator, seperti SYS dan SYSTEM.
  • Pada langkah Database File Location tentukan tipe storage yang ingin digunakan untuk database sesuai dengan kebutuhan. (misalnya Automatic Storage Management (ASM) atau File System). Apabila diinginkan, kita dapat membuat salinan tambahan dari redo logs dan control files dengan meng-klik tombol Multiplex Redo Logs and Control Files. Tombol File Location Variables digunakan untuk menyesuaikan variabel lokasi file dari ORACLE_BASE, ORACLE_HOME, DB_NAME, DB_UNIQUE_NAME, dan SID.
  • Pada langkah Recovery Configuration ini pilih opsi untuk recovery database. Untuk mengkonfigurasi fast recovery area, centang pada chack box specify flash recovery area kemudian tentukan lokasi dan ukuran dari fast recovery area.
  • Pada langkah Database Content ini menyediakan opsi memilih komponen dan menspesifikasikan script untuk di jalankan setelah database dibuat.
  • Pada langkah initialization ini langkah untuk menentukan atau untuk mengubah setting default pada database. Yang harus di tentukan untuk menentukan atau mengubah setting default yaitu Memory, Sizing, Character sets, dan Connection Mode.
  • Pada langkah Database Storage ini apabila diperlukan, kita dapat mereview dan memodifikasi setting storage database.
  • Create Options, pada langkah ini terdapat 3 pilihan yaitu membuat database, menyimpan database definition sebagai template, dan men-generate script.
  • Halaman konfigurasi muncul setelah menenekan tombol finish. Kita dapat meriview konfigurasi sebelum pembuatan database dimulai.
  • Lalu Klik tombol password Management untuk melakukan unclock akun database jika ingin menggunakan password.

Cara menghapus database

langkah-langkahnya sebagai berikut :

  • Pada step Operations, pilih Delete a Database, kemudian klik Next
  • Pilih database yang akan dihapus, kemudian klik Finish.
  • Klik Yes untuk mengkonfirmasi.

Catatan:

database yang dihapus harus dalam kondisi up dan running sehingga DBCA dapat terkoneksi ke database untuk menentukan informasi lokasi file database tersebut. Proses penghapusan database juga meliputi penghapusan data file, redo log file, control file, dan initialization parameter file.

Apabila ingin menghapus database secara manual bisa menggunakan statemen SQL DROP DATABASE. Maka akan menghapus semua control file dan semua file database yang ada pada control file. Untuk menggunakan statemen DROP DATABASE secara benar, maka database harus berada pada kondisi/status berikut:

  1. Mounted dan Closed
  2. Mounted exclusively (bukan dalam mode shared)
  3. Dalam kodisi Start dan pada mode Restricted

Contoh statemen:

STARTUP RESTRICT FORCE MOUNT;

DROP DATABASE;

Statemen DROP DATABASE tidak berpengaruh pada archived log file maupun hasil backup database. Untuk menghapus file-file tersebut, sebaiknya kita menggunakan RMAN (Recovery Manager).

 

Tags : #rplc_1
Share On :