Dampak positif dan negatifnya kurs Rupiah melemah

Intan Desty Desiyani
1 view / 3600 show
2 years ago
Business

 

Dampak positif dan negatifnya kurs Rupiah melemah

 

Menurut artikel yang saya baca, nilai mata uang rupiah pada 24 Agustus 2015 mencapai Rp. 13.957,-
tentunya hal ini sangat berdampak terhadap perekonomian Indonesia, baik positif dan negatifnya.
Berikut adalah hal-hal yang terjadi karena kurs mata uang rupiah melemah :

 

1. Harga Barang Impor Naik.

 

ini adalah salah satu dampak yang langsung terasa oleh masyarakat yaitu harga barang impor naik. Sebagian besar perdagangan luar negeri Indonesia dijalankan dengan perantara  Dolar AS, sehingga mahalnya dolar AS akan memebuat harga barang impor melambug tinggi seiring degan terus menaiknya kur Dolar AS. Apakah ini dampak ini bagus?

 

jika kita mengambil contoh barang impor jenis konsumsi, mungkin dampak nya bagus. katakanlah harga buah-buahan impor naik misalnya, maka orang mungkin akan tertarik untuk membeli buah-buahan lokal yang lebih murah dan segar.
jika masyarakat lebih suka buah-buahan lokal, maka impor buah pun akan turun sehingga pendapatan importir buahpun ikut anjlok, tetapi seiiringan dengan itu, rejeki bagi petani dan pedagang buah lokalpu akan bergeser.

 

Namun, kenaikan harga barang impor ini akan buruk sekali bagi Industri yang berbakan baku impor, contohnya Industri Tahu dan Tempe. mengapa? Karena Industri ini memerlukan banyak sekali kedelai untuk produksinya sedangkan
Kebutuhan kedelai di Indonesia sebagian besar dipenuhi dari impor, sehingga bila kurs Rupiah melemah terus menerus, maka harga kedelai akan semakin melambung tinggi, dan dampaknya harga Tahu dan tempe akan semakin mahal.

 

Semakin banyak industri berbahan baku impor di Indonesia, maka dampak kurs rupiah melemah terhadap perekonomian akan semakin berat. Selain karena perusahan-perusahaan di Industri itu terancam tutup, para egawai di-PHK, dan pertumbuhan ekonomi juga terancam melambat.
Maka, Gunakanlah Produk Indonesia. :D

 

2. Beban Hutang Negara Dan Swasta Makin Berat

 

Untuk menjalankan pembangunan negara, pemerintah seringkali perlu berhutang, baik secara langsung ke lembaga atau negara tertentu, maupun dengan menerbitkan obligasi (surat hutang).
Perusahaan-perusahaan Swasta pun seringkali perlu berhutang dahulu untuk mengembangkan usahanya. Jika hutang-hutang ini dilakukan dalam bentuk Dolar AS , maka pengembaliannya pun harus dilakukan dalam bentuk mata uang yang sama, walaupun kurs Ruiah saat pengembalian hutang berbeda dengan saat pemberian hutang.

 


Saat Krisis Ekonomi  tahun 1997/1998 dulu, sebagian besar hutang Indonesia baik huang negara maupun hutang swasta berbasis Dolar AS. Akibatnya, ketika kurs Rupiah melemah drastis,
maka perekonomian langsung kolaps. Namun selama beberapa tahun ini, pemerintah lebih banyak berhutang dalam rupiah, sehingga risiko krisis jadi lebih kecil.  Walauun demikian, sebagian sebagian hutang pemerintah Indonesia masih ada yang berdominasi Dolar AS, begitu pula banyak sekali hutang-hutang perusahaan swasta dalam mata uang tesebut. Sehingga ketika kurs Rupiah melemah akan tetap terasa efeknya.

 

3. Nilai Gaji Dalam Dolar AS Meningkat

 

hal ini tanpa perlu dijabarkan pun sudah umum diahami. Kurs Rupiah melemah membuat nilai gaji dalam bentuk Dolar AS atau mata uang asing lainnya jadi meningkat saat ditukarkan dengan Rupiah.

 

Demikianlah sejumlah dampak yang terjadi akibat kurs Rupiah melemah. Positif dan negatifnya pelemahan nilai tukar maa uang bisa berbeda-beda setiap individunya. Selain tiga poin diatas tersebut juga ada sejumlah efek minor yang mungkin timbul.

 

Sumber : www.seputarforex.com

 

 

Tags : #kurs #rupiah
Share On :