Cahaya Kilat di Langit Sumedang, bandung, (jabar) (7/1/15)

Dede Fuji Abdul
3 view / 4034 show
3 years ago
General

Rabu, 7 Januari 2015 21:06 WIB

Heboh Kilatan Cahaya di Langit Sumedang Malam Ini

SUMEDANG - Warga Sumedang memilih keluar rumah mulai pukul 19.00, Rabu (7/1/15). Warga menonton diatas langit Sumedang ke bagian timur terlihat kilatan cahaya yang menari-nari. Kilatan cahaya itu terlihat babarasatan tanpa ada suara petir yang menggelegar.

Cuaca di Sumedang berawan sebagian dan saat kilatan petir itu terlihat berloncatan dari awan yang pekat ke gumpalan awan yang lainnya. "Ada apa ya, kilatan cahaya terus menerus tapi tak terdengar suara petir," kata beberapa warga yang terus melihat ke atas langit di kawasan Sumedang kota, Rabu (7/1/15).

Sementara warga di Tanjungsari melihat cahaya yang menari-nari itu terlihat seperti di atas Situraja. "Dari Tanjungsari terlihat jelas seperti di atas Situraja," kata Peri Gunadi.

Kilatan cahaya itu menjadi perbincangan di media sosial mulai dari facebook, twitter sampai BBM. Sampai saat ini kilatan cahaya terus terlihat. (*)

Bandung - Warga kota Bandung, Garut dan Sumedang, di Jawa Barat dikejutkan kehadiran kilat selama dua jam dari arah timur. Kilat yang menyambar-nyambar ke berbagai arah itu mulai berlangsung Sabtu (11/1) pukul 18.00 sampai 20.15 WIB, dan menarik perhatian ribuan warga.

Ahmad, pengawas pos vulkanologi di Gunung Papandayan, kepada Tempo News Room membantah sumber kilat tanpa guntur berasal dari gunung yang baru saja meletus itu. “Kilat itu datang dari arah timur Sumedang dan Majalengka,” ujar Ahmad. Gunung Guntur yang kini dalam keadaan siaga, juga dilaporkan tidak menimbulkan kilatan-kilatan petir. Pengecekan Tempo News Room dilakukan ke arah timur Jawa Barat di antaranya ke Cirebon, Majalengka dan Kuningan.

Namun beberapa sumber TNR di kawasan tersebut, menyebut tidak ada satupun gunung yang sedang aktif termasuk Gunung Ciremai. Bahkan, dari arah Cirebon petir justru tidak terlihat. Ada dugaan petir misterius itu berasal dari Gunung Tampomas, akan tetapi petugas vulkanologi di Sumedang dan Kapolres Sumedang Ajun Komisaris Polisi Yoyok membantah dugaan. Yoyok sendiri mengaku melihat kehadiran kilat selama dua jam. “Kalau petir itu memang tanda gunung meletus seharusnya kita pasti tahu dari tanda alam yang muncul. Tapi ini tidak,” katanya.

Meski begitu, Yoyok mengaku sudah mulai menyelidiki sumber kilat bekerja sama dengan petugas vulkanologi. “Barangkali juga ini fenomena alam yang belum bisa dijelaskan,” katanya. Untuk diketahui, Sabtu (11/1) pukul 10.30 WIB hingga siang, terjadi gempa ringan di Bandung. Tidak diketahui, apakah gempa itu berkaitan dengan kilat misterius malamnya.

Direktur Vulkanologi Indonesia Dr. Ade Jumhana menjelaskan fenomena alam tersebut disebabkan bertemunya kandungan negatif dan positif dalam awan cumulus nimbus di atas kawasan Bandung. “Ini ekses musim penghujan," katanya. Peristiwa kilat sambung menyambung ini, menurutnya, bukanlah hal aneh untuk cuaca di musim hujan. "Namun, karena pertama kali dilihat masyarakat awam, jadi hal yang aneh," katanya sambil tertawa. (Bobby Gunawan/Wahyu Dyatmika—Tempo News Room)

Tags : #fenomena
Share On :